Saturday, 5 January 2019

Review Lengkap Girl's Frontline Bag.2 - The Story Is Not Finishied

Setelah sebelumnya kami mereview keseluruhan game ini, kali ini kami akan membeberkan beberapa poin plus yang dimiliki Girl's Frontline. Apa yang akan kalian baca nanti adalah ragam pendapat dari kami yang telah kami rangkum menjadi beberapa bagian. Semoga bermanfaat.

Fans yang solid


Pertama-tama, ini fifty-fifty.

Agak ambigu kalau menyebut ini tapi… believe it or not, ada fans di luar sana yang memang benar-benar jatuh cinta terhadap game yang satu ini. Dan itupun tidak sedikit.

Satu bukti yang riil adalah, ketika game ini mengadakan sebuah event tertentu yang sifatnya sangat menguntungkan alias ada bonus yang ditawarkan, dan jumlahnyapun tidak main-main. Tanggapan yang diberikan sangat tinggi.

Bukti yang lainnya adalah bertebarannya fanart-fanart T-doll di dunia maya. Kalau kalian mengikuti beberapa fanspage tertentu yang menyediakan karya-karya dari artist yang terpajang di internet, diantara deretan panjang itu setidaknya pasti ada satu atau dua fanart game Girl’s Frontline menempel dalam daftar tersebut.

Dan itu semua benar adanya. Fakta bahwa game ini masih bertahan dan terus menyuntikkan konten-konten yang makin banyak dan makin beragam adalah bukti kuat bahwa, banyak fans yang masih setia memainkan game ini.

Developer yang mawas diri


Melanjutkan yang tadi, apa gunanya kalau memiliki basis fans yang solid tapi pihak developernya justru acuh tak acuh. Untungnya MICA Team tidak demikian. Mereka sadar bahwa game yang mereka miliki ini masih sangat jauh dari kata bagus. Dan jika mereka tidak segera melakukan sesuatu, bencana akan terjadi.

Satu langkah yang dilakukan oleh MICA Team untuk mengatasi ini adalah berubah menjadi developer yang terbuka terhadap para fans. Kebijakan yang sangat tepat. Perlu diketahui tidak mudah untuk menjadi sebuah developer yang terbuka kepada fans. Karena selain bisa mengganggu rencana jangka panjang yang sudah dibuat, ada kemungkinan langkah ini akan menjadi bumerang bagi pihak developer yang mada para fans akan menyerang pihak developer atas ketidakmampuan mereka dalam memberikan pelayanan yang terbaik.

Dan ini menjadi angin segar bagi pihak developer maupun kita sebagai para pemain. Kita bisa mengeluhkan apa yang dirasa kurang dalam game ini, dan pihak developerpun mendengarkan. Contohnya adalah adanya Q&A yang mereka adakan tiap bulan. Mereka mengadakan sesi tanya jawab dan itu bersifat terbuka. Dan tak jarang pula mereka meminta pendapat kita, para pemain, event apalagi yang kita inginkan. Can you believe it? This is awesome. 

Ragam T-doll yang terus ditambah dan ditingkatkan


Kalau yang ini sudah pasti tentunya, dan harus! Dan untungnya MICA Team berkomitmen untuk terus menambah ragam variasi T-Doll secara berkala. Entah itu senjata baru ataupun variasi artwork T-Doll yang sudah ada via kostum. 

Namun apa hanya sebatas itu saja? Rupanya MICA Team mengetahui bahwa jika hanya menambah variasi senjata tidaklah cukup. MICA Team membuat sebuah terobosan sistem baru yang sangat mengagumkan, yakni sistem”DigiMind”. 

Ini adalah sebuah sistem yang memungkinkan para Shikikan untuk membuat T-Doll mereka yang sudah mencapai level puncak, (lebih spesifiknya level 100) untuk melewati batas tersebut hingga menggapai level 200. Plus, dengan tambahan beragam skill dan kemampuan, serta update artwork yang cantik. Can’t wait for NA Server. 

Bonus yang banyak dan terus diperkaya


Bagi para pemain veteran, ini adalah yang paling signifikan. Saat Girl’s Frontline diluncurkan pertama kali, konten yang disuguhkan dalam game ini sangatlah hambar. Banyak? Iya banyak. Tapi makin lama makin membosankan. Apalagi, bonus yang diberikan sangatlah sedikit dan tidak menarik sama sekali. 

Tapi sekali lagi, MICA Team terus berbenah. Berbagai macam bonus mereka berikan kepada kita. Bahkan, mereka juga memberikan giveaway Diamond via sosial media, yang mana merupakan mata uang dalam game ini, dalam jumlah yang banyak kepada para pemain yang beruntung. Can you believe it? Meski tidak semua orang bisa mendapatkannya, tapi apa yang mereka lakukan ini bebar-benar luar biasa. Salut MICA Team. 

Itu tadi potensi-potensi yang dimiliki Girl’s Frontline sebagai game mobile agar terus beroperasi dan memberikan berbagai pengalaman bermain yang immersif. Serta, agar kita dan orang-orang yang belum memainkan game ini bisa ikut bermain dan merasakan serunya permainan ini.
Review Lengkap Girl’s Frontline - The Underrated Black Horse

Sebelum kita mulai

Bagi kalian yang pecinta anime dan belakangan ini sering bermain game di smartphone dan menyelam di dunia maya, maka setidaknya telinga kalian pernah mendengar nama game “waifu collector” yang satu ini. Game yang memakai konsep kurang lebih sama dengan Kantai Colletion dan sejenisnya, yakni “moefiksai benda mati”. Hadir, sebagai salah satu alternatif sarana bermain penghilang rasa bosan anda, Girl’s Frontline.

Berbeda dari yang sudah ada. Kantai Colletion dengan moefikasi kapalnya (yang diikuti pula oleh Azur Lane) Girl’s frontline mengambil “senjata api” sebagai temanya. Dan inilah hasilnya. Terasa klise, tapi juga fresh disaat yang bersamaan.

Wow! Senjata jadi waifu? That’s owesome! Let’s play it!

Tapi bentar, bagi yang belum mencoba game ini sama sekali, ada baiknya kalian membaca review ini terlebih dahulu. Agar, tidak menyesal dikemudian hari. Wwwww.

Story


“Di awal abad 20, telah ditemukan sebuah reruntuhan yang sangat maju, peninggalan dari bangsa alien di negara Rusia yang bernama ‘Precursors’ atau perintis. Melihat betapa majunya teknologi yang dimiliki, Amerika serikat dan Uni Soviet mulai melakukan pencarian sisa-sisa reruntuhan yang ada di seluruh penjuru dunia untuk memngetahui dan mempelajari teknologi dari reruntuhan alien ini.”

“Di tahun 2032, sebuah insiden besar terjadi, yang dikenal sebagai ‘Insiden Pulau Utara’, yang mana…” blablabla dan seterusnya. (capek translatenya “-_-)

Berbeda dari Kantai Colletion dan Azur Lane, yang mana masing-masing dari 'kapal' memiliki riwayat sejarah tertulis yang jelas dan akurat. Girl's Frontline yang mengadaptasi tema senjata api tidak bisa melakukan hal itu. Karena pada dasarnya, senjata adalah benda mati yang tidak punya asal-usul dan hanya diproduksi secara massal. 

Yang mana pada akhirnya, mereka mengubah senjata api mekanik menjadi sebuah android bertubuh wanita-wanita cantik (banyak yang loli) yang disesuaikan dengan latar senjata itu diproduksi, atau bisa disebut dengan 'T-doll'.

Lalu bagaimana dengan cerita utamanya? Solusinya? Membuat cerita yang benar-benar baru. Alien? AR-Team? Last Frontier? Apapun itu, sebuah langkah yang cukup beresiko untuk diambil namun pada akhirnya berhasil dieksekusi dengan cukup baik. meskipun pada akhirnya... yah... masih menyisakan banyak tanda tanya karenanya.

Well, kesampingkan hal itu, fakta bahwa kita juga sering 'skip' setory yang ada di setiap game yang kita mainkan. Apa yang dilakukan oleh developer yang satu ini patut kita acungi jempol. Do you agree with me?

Gameplay


Menjadikan Tactical RPG sebagai pondasi utamanya, jalan Girl's Frontline di kancah industri ini terbilang sangat sulit. Namun, ia menunjukkan bahwa ia mampu dan menjadi sebuah game yang mandiri dan mempunyai identitas tersindiri. Bagaimana tidak? Ditengah marak dan banyaknya game action di luar sana, Girl’s Frontline berhasil bertahan dengan mengandalkan gameplay strategi dan hanya bermain pencet. Sesuatu yang pantas untuk diapresiasi. 

Meskipun salah satu faktor utama penentu game ini bisa bertahan adalah waifunya, tapi secara pribadi, apa yang disuguhkan game yang satu ini memang memiliki satu kesan tersendiri yang melekat hingga sekarang.

Di dalam game ini, kita berperan sebagai seorang komandan/Shikikan, yang mengatur dan merawat segala macam T-doll yang kita miliki. Tapi yang paling utama adalah, bagaimana cara kita untuk mengatur pasukan se-efektif mungkin untuk menyerang markas musuh. Karena setiap T-doll yang ada memiliki sifat dan kemampuan yang berbeda-beda. Dan kemampuan yang dimiliki dari masing-masing T-doll mampu mendukung T-doll yang lain, jika ditempatkan di posisi yang tepat.

Karena apa? Salah posisi sedikit saja, akan membuat build-team yang sudah kamu atur justru akan berantakan dan menjadi bumerang bagi anda sendiri. Alhasil, yah... kalian akan melucuti pakaian T-doll kalian dan tentunya. Dan kondisi terburuknya adalah, menurunkan kepercayaan dan cinta T-doll terhadap anda sekalian.

Ribet? Ya! Tapi kalian akan terbiasa.

Untuk masalah teknis, game ini sebelas-duabelas dengan Azur Lane. Mulai dari fitur gacha untuk mengumpulan pasukan, leveling, pasang equipment, hingga fitur yang paling sentralnya adalah : ‘menikah’. Tapi ada satu yang menjadi pembeda adalah, gaya saat bertempur. 

Di dalam Azur Lane, kita masih bisa mengendalikan pasukan dengan bebas dengan menggerakkan… analog? Untuk menghindari serangan musuh. Sementara Girl’s Frontline, kita tidak bisa melakukan hal itu. Sebagai gantinya, kita bisa mengubah posisi pasukan kita sesuka hati ketika bertempur untuk menghalau musuh yang menerjang.

Overall, walaupun terkadang saat mengatur pasukan kita bisa migrain, tetapi gameplay yang ditawarkan Girl’s Frontline dibuat dengan sangat matang dan baik, dan terkadang bikin ketagihan untuk mengeksplore lebih akan variasi pasukan yang ada.

Raifu

Apa kata dunia kalau game gacha tapi gak ada waifunya? Game yang bersetting di negara Rusia, yang mana pemeran utamanya orang Amerika, dibuat di negara Cina, diterbitkan di Taiwan, dan menghasilkan uang di Korea ini adalah gudang untuk segala jenis ‘Raifu’ (Riffle+Waifu). Bukan tanpa alasan, karena semua senjata api yang ada di game ini dirubah menjadi seorang gadis, tanpa terkecuali.
Ya, mungkin ini impian bagi sebagian orang. Berbahagialah.

Lantas, bagaimana dengan kerakteristik sang Raifu? Tenang saja, masing-masing dari setiap jenis senjata memiliki sifat dan perwujudan yang berbeda-beda. Entah pakai rumus apa mereka bisa menggambarkan para Raifu ini, tapi hasil yang telah mereka capai sangat memuaskan.

Kalian ingin raifu yang tsundere? Ada! Mau yang keibu-ibuan? Ada! Mau yang gadis cilik juga ada. Semuanya lengkap dan ada disini.

Eits, tapi jangan senang dulu, karena setiap Raifu memiliki klasifikasi/rating yang berbeda-beda. Sebagai contoh adalah raifu super populer WA2000. Raifu tsundere ini adalah adalah senapan jarak jauh a.k.a sniper dengan rating bintang 5. Untuk memperolehnya saja harus untung-untungan dan tidak semua Shikikan bisa memilikinya. It’s salty time.

Kesimpulan

Game yang membosankan tapi punya banyak potensi.


Sekedar pendapat pribadi, entah kenapa saya merasa game ini adalah game coba-coba, yang dibuat oleh tim seadanya, dengan anggaran ala kadarnya, tapi untungnya dikerjakan dengan sepenuh hati. Believe me. 

Banyak sekali aspek negatif yang melekat pada game ini. Mulai dari gameplay-nya yang repititif dan tidak ada ivonasi yang signifikan, sistem pengaturan pasukan yang bikin sakit kepala, alur cerita yang sangat-sangat singkat, sampai konsep t-dollnya yang terkadang bikin geleng-geleng kepala. (I mean… gadis cilik yang pegang senjata kelas berat seperti “Machine Gun”? Really?)

Hasilnya apa? Banyak yang berhenti bermain tatkala mulai jenuh. Berapa banyak diantara kita yang memulai game ini, kemudian berhenti satu dua bulan kemudian? Atau bahkan tidak sampai seminggu? Lalu menghapus game ini dari beranda smartphone. Anda juga termasuk? Well jujur saja, saya juga pernah seperti itu XD.

Tapi disaat yang sama, ia memiliki segudang potensi yang bisa digali dan disempurnakan.

Jika diperhatikan dengan seksama, Girl’s Frontline perlahan-lahan mulai berbenah diri dan memperbaiki apa yang kurang dari gamenya. Segudang konten ditambahkan secara bertahap dan berkala. That’s why, I’m decided to come back, to play this game again.

Berangkat dari situ, kali ini kami akan beberkan beberapa potensi yang dimiliki game yang satu ini yang akan membuatnya terus ada nyaman untuk dimainkan. Potensi-potensi yang kami sebutkan murni dari pendapat pribadi. Lanjut ke bagian dua.

Sunday, 2 December 2018

[Minggu Musik] Iroduku Sekai Opening "17-Sai"

Oke, ANIDESUKA akan mengadakan sesi mingguan yang akan membahas satu lagu anisong atau mungkin J-POP yang sedang tren, atau lagu-lagu yang saking bagusnya sampai-sampai disetel berulang kali tetap bagus, yang mungkin cocok dan sangat direkomendasikan untuk anda sekalian.

Kali ini kami akan membahas satu lagu Anisong yang menjadi OST Opening dari anime orisinal buatan studio P.A Works : Irozuku Sekai no Ashita kara -aka- IRODUKU, yang berjudul "17-Sai" yang dibawakan oleh Haruka to Miyuki


Sebelum kita membahas tentang lagu ini, bagi kalian yang belum tahu, anime IRODUKU adalah anime drama slice of life yang menceritakan tentang seorang gadis yang dilempar ke masa lalu untuk sebuah alasan yang ia sendiri tidak ketahui. Berasal dari masa depan, yang tentu saja memiliki perbedaan kultur budaya dan waktu yang tidak sedikit, membuatnya sempat kebingungan dan tak tahu harus berbuat apa di dunia yang baru.

Sebagai tambahan, Anime ini sangat rekomendasi banget untuk ditonton, terutama kalian yang suka sama anime slice of life. Konsep ceritanya yang unik dan gaya penceritaannya yang santai membuat anime ini begitu sangat direkomendasikan.


Lagu "17-Sai" ini sendiri, atau kalau diartikan kedalam bahasa Indonesia menjadi "17 tahun" dibawakan oleh dua orang cewek yang membentuk sebuah grup yang mereka namai dengan "Haruka to Miyuki" alias nama mereka sendiri. Mereka berdua pertama kali bertemu dalam satu klub musik di Universitas Rikkyou pada tahun 2008.

Seperti kebanyakan J-POP dan Anisong lainnya, lagu-lagu jepang sarat akan liriknya yang puitis dan bikin meleleh. Lirik lagu "17-sai" juga sangat puitis untuk menggambarkan perasaan seseorang ketika ia berusia 17 tahun atau bisa dibilang masa remaja. sebuah masa yang kaya akan warna namun juga penuh kejolak emosi. Melodi yang melantun dalam lagu "17-sai" juga sangat merdu dan nyaman sekali untuk didengarkan.

Tak dapat diragukan lagi, bahwa "17-Sai" adalah salah satu 'the Most Beautiful Anisong' yang pernah ada, dan salah satu Anisong terbaik pada musim ini. Just listen it!

Sunday, 28 October 2018

Segala Tentang Cosplay - Sejarah, Alasan, dan Masa Depan.

"Media hiburan tidak ada habisnya dan tidak akan pernah habis. Kau temukan satu maka akan ada lagi yang lain."
Cosplay atau "Costum Play", Kegiatan yang memakai sebuah kostum dengan menjadikan tokoh terkenal sebagai referensinya, entah itu tokoh fiksi seperti dalam sebuah kartun, game, film, ataupun tokoh yang memang benar-benar nyata ini, menjadi salah satu media yang lumrah di masa kini dan sangat digemari oleh hampir semua kalangan.

Tak hanya itu, ia juga menjadi wadah orang-orang kreatif untuk menuangkan kreatifitasnya. Dan tak sedikit pula untuk mereka yang menggunakannya sebagai ladang duit untuk mencari sebutir beras.

Tapi bagaimana fenomena ini dimulai? Sejak kapan cosplay berubah dari menjadi sebuah budaya favorit semua orang?

Sejarah Cosplay


Layaknya membuka kotak pandora, menguak kebenaran sejarah sebenarnya dari cosplay ini sangat tabu untuk dilakukan. Karena pada dasarnya ia seperti mitos. Ia tidak punya catatan tertulis yang pasti. Tapi bukan berati tidak ada sama sekali.

Dikenal dengan istilah "Costuming" atau "berkostum", cosplay dimulai pada sekitar tahun 1930-an di Amerika Utara. Pada waktu itu, cosplay tidak mengharuskan pesertanya untuk meniru sebuah tokoh karakter, melainkan sesuai dengan tema.

Seperti yang dilakukan Forrest J. Ackerman, ia mengenakan kostum futuristik di salah satu acara pertemuan Sci-fi. Dia adalah orang pertama yang menghadiri acara tersebut dengan mengenakan kostum. Alhasil, dari tahun ke tahun makin banyak orang yang juga mengikuti jejaknya dan acara tersebut mulai menilai dan memberikan hadiah kepada mereka yang memakai kostum terbaik.

Tapi istilah "Cosplay" baru tercipta di tahun 1984. Ketika, salah seorang reporter asal Jepang yang bernama Nobuyuki Takahashi mengunjungi dan meliput acara WorldCon di Los Angeles. Saat mencoba menterjemahkannya kedalam bahasa jepang, ia menggabungkan kata 'Costum' dan 'Play' menjadi Cosplay, untuk menggantikan kata 'Masquerade' yang menurutnya saat itu terdengar sangat kuno.


Berlanjut hingga sekarang, yang mana saat ini cosplay menjadi sebuah kebudayaan tersendiri. Di Amerika Utara saja, tidak akan aneh jika melihat beberapa orang mengenakan kostum dalam sebuah event. Cosplay juga tidak dibatasi hanya untuk genre Sci-fi ataupun Anime saja, tapi juga merambah ke berbagai macam genre. Mulai dari pahlawan super, karakter kartun, karakter video game, dan masih banyak lagi.

Di Jepang, cosplay bahkan sudah menyatu menjadi sebuah bagian dari budaya pop mereka, terutama di distrik Harajuku dan Shibuya. Cosplayer di daerah ini sudah menganggapnya sebagai berpakaian sehari-hari, jadi jangan heran kalau ketika kalian kesana, tak jarang kalian akan berjumpa dengan satu dua (atau bahkan banyak) yang dengan bangga bercosplay ria di jalanan.


Begitu juga dengan 'Maid Cafe', atau kafe pelayan. Sebuah surga tempat dimana para pelayannya mengenakan kostum sebagai maid (aka pelayan rumah tempo dulu) dan memanggil para pelanggannya dengan panggilan 'Master' atau bahasa jepangnya 'Goushujin-sama'. Dan Maid Cafe ini sangat-sangat terkenal tak hanya di Jepang saja, tapi seluruh dunia juga tahu tentang eksistensi cafe ini. Meskipun, tak sedikit pula yang mempertanyakan keberadaan media hiburan ini.

Kenapa Orang-Orang Ber-Cosplay?

Love


Apapun alasannya, rasa cinta pasti yang utama. Ada sebuah media yang melakukan wawancara dengan beberapa cosplayer dan menanyakan, kenapa mereka bercosplay? Mereka bercerita bahwa ada kesenangan tersendiri ketika mereka menjadi orang lain dalam kostum itu. Yang lain berkata bahwa dengan menjadi orang lain, itu memberi mereka kekuatan, dan itu menumbuhkan rasa percaya diri pada diri mereka. Sementara yang lain berkata "Melalui Cosplay, aku bisa menjadi kerakter yang aku inginkan. Dan aku hidup dan bisa merasakan betapa kerennya mereka."

Dan lagi, ada rasa kekompakan yang sangat kuat dalam komunitas ini. Entah mereka yang senang menjadi model, merajut baju, ataupun fotografi, fans dapat berinteraksi satu sama lain yang juga mempunyai ketertarikan yang sama. Terlebih lagi, ada rasa persatuan diantara mereka, dan itu sangat mengagumkan.

Oke, bayangkan ketika dalam sebuah event, ada orang lain yang juga bercoplay sama dengan karakter kita saat itu atau karakter lain namun dari seri yang sama. Foto bersama pasti akan terjadi, dan hal inipun juga memikat para penonton untuk ikut berfoto. Do you agree?

Money

Meskipun banyak yang bercosplay untuk bersenang-senang, tapi tak sedikit pula yang mencari uang untuk hidup, dan menjadi seorang cosplayer professional atau bahkan menjadi seleb karenanya. Ada banyak sekali cosplayer yang menggantungkan hidupnya di karir cosplayer ini. Sebut saja Jessica Nigri, cosplayer Profesional super hot ini mendapat upah dari setiap foto cosplay yang dilakukannya.

Jessica menjadi populer sejak fotonya "Sexy Picachu" yang ia unggah di internet viral dan mendapat perhatian netizen kala itu. Sejak itu, ia kerap kali diundang ke event-event cosplay untuk menjadi model cosplay ofisial untuk memperagakan bermacam-macam model karakter.

Nama Jessica makin melambung seiring dia membuat fanspagenya di Facebook serta Youtube.


Resiko Dari Cosplay?


Selain ada banyak sekali manfaat dari kultur budaya ini, tapi perlu kita tekankan bahwa resiko untuk menjadi cosplayer selalu ada dan tak bisa disepelekan.

Pelecehan Seksual

Yep, Hal ini menjadi resiko prioritas. Karena ini bukan hanya menyangkut masalah sosial tapi moral. Memang, saat ini tak sedikit dari karakter fiksi yang ada sekarang memiliki kostum atau baju yang kekurangan bahan sangat sensual. Dan hal ini jelas mengundang kejahatan dari pelaku manapun. Sudah banyak sekali kasus yang terjadi atas laporan para cosplayer yang menjadi korban. Mereka para wanita yang kena sembur pelaku karena gak cocok dengan kostumnya, yang kena 'grepe', dan masih banyak lagi. Come on, dude.

Anggapan

Ini sebenarnya kembali ke diri sendiri, tapi tak jarang banyak dari kita (dan mungkin termasuk kita) selalu menilai apa yang telah ditampilkan oleh sang cosplayer. Entah itu kostumnya yang kurang miriplah, atau gak cocok dengan kostumnya, bla-bla-bla. So why? Tidak ada orang yang sempurna, jadi jangan main hakim sendiri.

Cosplay seharusnya menyenangkan, baik oleh sang cosplayer maupun kita yang menontonnya. Sekali lagi, cosplay seharusnya menjadi ajang untuk menyatukan berbagai macam orang yang memiliki kesamaan hobi, dan mereka yang suka dengan karakter yang sama.

Masa Depan Cosplay Di Ranah Dunia Hiburan



Nah, seperti yang kita ketahui, tidak ada yang pasti dalam dunia hiburan. Yang namanya hiuran pasti ada masanya ia akan surut karena ada hiburan baru yang lebih menyenangkan atau memang karena hiburan tersebut sudah berlangsung terlalu lama, sampai-sampai para penikmatnya sendiripun bosan. itu adalah fakta yang tidak bisa dihindarkan.

Tapi untuk coslay sendiri, sinarnya belum akan pudar untuk beberapa puluh tahun kedepan. Sebab, komunitasnya tidak pernah mati dan dunia hiburan masih membutuhkannya. Dari setiap bulan bahkan tahun, selalu ada produk baru yang ditawarkan. Mulai dari komik, anime, visual novel, dan game baru selalu muncul, dan Cosplay adalah salah satu strategi pemasaran yang cukup efektif untuk menarik minat pembeli.

Belum lagi, jumlah event yang diadakan di berbagai negara semakin banyak dan komunitasnya yang makin hari kian meningkat. Jelas, tawaran untuk sejumlah proyekpun akan melimpah.

We All Love Cosplay!

Bagaimana menurutmu?

Wednesday, 26 September 2018

10 Rekomendasi Anime Mecha Yang Wajib Ditonton
10 Rekomendasi Anime Mecha Yang Wajib Ditonton - anidesuka.blogspot.com

Dari Sekian banyak genre anime yang ada saat ini, Mecha adalah primadona. Sebuah genre yang memuat pertarungan robot raksasa (bahkan super raksasa) yang sangat seru dan menegangkan, serta adegan drama dan konfliknya yang kerap kali mampu menyayat hati, apalagi dunia latar tempat anime Mecha yang selalu unik dan punya ciri khas, menjadikan genre ini selalu melekat di hati para penikmat anime.

Berangkat dari itu, kami sudah merangkum beberapa anime mecha yang sangat direkomendasikan dan pantas untuk ditonton setidaknya sekali seumur hidup.

10. Sidonia no Kishi


10 Rekomendasi Anime Mecha Yang Wajib Ditonton - anidesuka.blogspot.com
Sidonia no Kishi
"Sebenarnya kita ini makhluk apa?"

Sidonia no Kishi adalah anime mecha post-apocalypse yang sangat seru dan tak boleh dilewatkan. Menceritakan tentang umat manusia yang hampir punah dan terpaksa lari ke luar angkasa setelah bumi dihancurkan oleh alien bernama "Gauna". Umat manusia kini bertahan hidup di luar angkasa dengan menaiki kapal ruang angkasa raksasa yang dinamai "Seed", dan bertempur melawan Gauna menggunakan robot tempur anti-gauna "Gardes".

Anime ini menyoroti Nagate Tanikaze, seorang pemuda yang entah bagaimana tumbuh dan terasingkan jauh di bagian bawah kapal induk Seed dan entah bagaimana pula bisa mengendarai robot Gardes legendaris "Tsugumori".

Poin plus anime ini, adalah misteri dari dunianya. Sidonia no Kishi menyuguhkan tontonan yang membuat kita bertanya-tanya tentang setiap hal yang ada di anime ini. Membuat kita terus penasaran dari episode ke episodenya.

9. Break Blade

10 Rekomendasi Anime Mecha Yang Wajib Ditonton - anidesuka.blogspot.com
Break Blade
"Tumbuh sebagai seorang yang tak punya bakat adalah sebuah Keistimewaan."

Break Blade mengisahkan tentang Rygart Arrow, satu dari sejuta manusia yang berkemungkinan untuk tidak bisa menggunakan Quartz yang mana batu ini adalah satu-satunya sumber energi yang ada di dunia. Dikucilkan, namun juga begitu istimewa adalah identitasnya.

Kehidupan Rygart Arrow berubah drastis ketika ia tiba-tiba dipanggil oleh sang raja untuk kembali ke kerajaan. Mulai dari berjumpa kembali dengan rivalnya, sahabatnya, kekasihnya(?), hingga sebuah robot kuno yang terkubur dalam batuan Quartz. Rygart juga terseret arus konflik negara yang mengharuskannya untuk terjun ke medan perang.

Nilai plus dari anime ini adalah dunia, karakter (yang terasa shonen karena ketidak-punyaan bakat), dan konfliknya (baik antar karakter maupun cerita).

8. Suisei no Gargantia

10 Rekomendasi Anime Mecha Yang Wajib Ditonton - anidesuka.blogspot.com
Suisei no Gargantia
"Bisakah aku menyebut ini rumah?"

Mengadaptasi tema post-apocalypse, Suisei no Gargantia juga menawarkan dunia yang sangat unik dan tidak bisa dianggap remeh. Berbeda dari seri anime mecha lainnya, SuiGa lebih berfokus ke drama ketimbang actionnya.

Sang protagonis, Ledo, salah satu pilot andalan robot tempur luar angkasa yang bertugas membasmi alien yang dinamai "Hideauze" yang mengancam kehidupan manusia, mendapati dirinya berada di sebuah planet yang tertutup oleh lautan setelah terlempar masuk ke lubang hitam. Terdampar sendirian di sebuah tempat yang tak diketahui, memaksa Ledo untuk bertahan hidup sambil menguak kebenaran tentang planet itu.

Nilai plus dari anime ini adalah, Dunia yang sangat unik untuk terus dikuak kebenaran demi kebenaran, serta konflik yang ringan tetap berisi menjadikan anime ini sangat unik dan layak untuk ditonton dengan santai.

7. Fullmetal Panic

10 Rekomendasi Anime Mecha Yang Wajib Ditonton - anidesuka.blogspot.com
Fullmetal Panic
"Aku akan selalu melindungimu!"

Berbeda dari sudah berbeda, Fullmetal Panic adalah anime gado-gado yang sangat direkomendasikan untuk semua kalangan. Karena sebagai anime mecha, Fullmetal Panic menawarkan sesuatu yang sangat sangat berbeda (dan mungkin satu-satunya), yakni perpaduan yang solid antara unsur School-life, Comedy, Romance dan Sci-fi.

Memiliki banyak teman dan menjabat sebagai wakil ketua OSIS, serta nilai akademisnya yang sangat bagus, membuat Kaname Chidori menjadi murid yang sangat populer di sekolahnya. Tapi kehadiran Sousuke Sagara membuat semua itu lenyap.

6. Macross

10 Rekomendasi Anime Mecha Yang Wajib Ditonton - anidesuka.blogspot.com
Macross Frontier
"Nyanyianmu adalah kekuatanku!"

Jika kamu sedang mencari anime dengan tema mecha luar angkasa yang berbeda, Macross adalah pilihan yang tepat. Sebagai anime mecha, macross merupakan kompetitor sengit dari anime mecha legendaris, Gundam. Dulu dimasa kejayaan anime mecha, dua judul ini adalah raksasa anime yang selalu bersaing memperebutkan posisi puncak. Namun sayang, perlahan dari tahun ke tahun macross kehilangan taringnya, hingga akhirnya mereka mulai dilupakan oleh fans-nya. 

Banyak faktor yang menyebabkan ini terjadi, tapi meskipun begitu, macross mempunyai beberapa seri yang recommended banget untuk ditonton, salah satunya adalah Macross F (Frontier).

Macross Frontier mengisahkan tentang kisah cinta segitiga antara pilot pesawat-mecha Alto Saotome, pop idol Sheryl Nome, dan seorang gadis yang bercita-cita menjadi idol, Ranka Lee. Yang mana harus berhadapan dengan musuh baru, yakni spesies alien serangga biomekanis yang disebut "Vajra".

5. Gundam

10 Rekomendasi Anime Mecha Yang Wajib Ditonton - anidesuka.blogspot.com
Gundam 00
Perlu diketahui, sebenarnya Gundam bukanlah anime. Bukan. Gundam adalah produk mainan robot plastik untuk anak-anak saat pertama kali dibuat, dan anime adalah iklannya. Tapi dari tahun ke tahun, Gundam akhirnya memiliki identitas sebagai anime dan memiliki basis fans yang luar biasa banyak hingga ke mancanegara, termasuk Indonesia.

Tak dapat dipungkiri, Gundam adalah salah satu anime mecha terbaik. Gundam bukan anime mecha pertama, tapi Gundam adalah anime yang mempopulerkan genre anime mecha keseluruh dunia. Gundam memiliki banyak sekali seri yang mana tentu saja akan sangat sulit untuk ditonton semua. Maka dari itu, kami akan menyebut satu yang sangat recommended, Gundam 00.

Menceritakan tentang bumi dimasa depan, dimana bahan bakar minyak telah habis total dan sumber energi utama beralih ke tenaga surya. Meski dunia dalam keadaan damai, tapi penindasan dan perang masih terjadi di segala penjuru dunia. Celestial Being, ada untuk menghapuskan peperangan dari muka bumi.

4. Eureka Seven

10 Rekomendasi Anime Mecha Yang Wajib Ditonton - anidesuka.blogspot.com
Eureka Seven
"Bahkan duniapun tak dapat memisahkan kita."

Eureka Seven adalah salah satu pionir anime mecha "robot yang seolah-olah hidup". Berbeda dari anime mecha lainnya yang hanya perlu satu pilot dan sebuah mesin belaka, robot yang ada di anime ini "Nirvash", harus menggunakan dua pilot untuk mengoperasikannya dan memiliki kesadaran dan keinginan, dan mental si pilot sangat berpengaruh terhadap kinerja robot itu sendiri.

Eureka Seven menyoroti Renton Truston, seorang remaja biasa yang selalu mengagumi langit, yang hidupnya berubah ketika ia bertemu dengan gadis misterius, Eureka, dalam sebuah kecelakaan. Renton yang terpikat olehnya memutuskan untuk ikut bersamanya, untuk mengendarai Nirvash bersama dia.

Desain robot yang sangat keren dan unik, jalinan interaksi antar karakter yang begitu mendalam (termasuk sang protagonis dengan heroine), jalan cerita yang solid, menjadi poin plus anime ini. Dan musik opening animenya sendiri tak kalah keren. Sangat wajib untuk ditonton.

3. Evangelion

10 Rekomendasi Anime Mecha Yang Wajib Ditonton - anidesuka.blogspot.com
Evangelion
"Aku... Kamu... Kita..."

Mind-blow, ketika anime ini tayang pertama kali di TV ditahun 1990, hal itulah yang pertama kali dirasakan oleh semua penontonnya. Anime super fenomenal sekaligus kontroversional, tapi disaat yang sama juga sarat akan pesan moral ini sangat wajib untuk ditonton. Hampir serupa dengan Eureka Seven, robot yang ada di anime ini "EVA" juga memiliki kesadaran dan keinginan, dan mental si pilot sangat berpengaruh terhadap kinerja robot itu sendiri, tetapi lebih brutal.

Kenyataan pahit yang harus dihadapi tanpa pernah diduga sebelumnya, Shinji Ikari, seorang pemuda SMP tokyo biasa yang menjalani hidupnya di sekolah dengan biasa pula, tiba-tiba dipaksa untuk menaiki sebuah robot raksasa mewakili umat manusia untuk bertempur melawan sesosok makhluk misterius yang telah menghancurkan bumi, "Tenshi".

Poin plus anime ini ada banyak, tapi desain robot yang unik dan dunia Evangelionlah yang utama. Bumi post-apocalypse anime ini begitu suram dan dalam, itulah mengapa Evangelion menjadi salah satu anime mecha terbaik yang pernah ada.

2. Tengen Toppa Guren Lagann

10 Rekomendasi Anime Mecha Yang Wajib Ditonton - anidesuka.blogspot.com
Tengen Toppa Guren Lagann
"Jangan pernah anggap remeh umat manusia!"

Sekali lagi, Mind-blow adalah yang pertama kali dirasakan oleh semua penontonnya  ketika anime ini tayang pertama kali di TV. Desain dunia anime ini juga tak kalah hebatnya dengan Evangelion. Anime ini sangat direkomendasikan, karena selain robotnya yang gila, alur ceritanya yang sulit sekali untuk ditebak dan mampu membolak-balik perasaan kita saat menontonnya.

Manusia kini hidup di bawah tanah. Manusia terpaksa melakukannya karena permukaan bumi adalah dataran tandus yang dikuasai oleh makhluk buas yang menaiki robot raksasa yang siap menghabisi manusia yang berana muncul ke permukaan. Simon adalah salah satunya. Bersama kawan terbaiknya, Kamiya, mereka berusaha untuk menggali keluar dari bawah tanah. Menantang langit.

Tak akan cukup kata dan kalimat menjabarkan kelebihan dari anime ini. Penulis sangat merekomendasikannya, hidup atau mati.

1. Code Geass

10 Rekomendasi Anime Mecha Yang Wajib Ditonton - anidesuka.blogspot.com
Code Geass

"Dunia ini Busuk!"

Lepaskan semua ekspetasi! Karena Anime yang satu ini akan melampai semuanya. Percayalah. Code Geass memiliki aspek yang sangat tinggi dan unggul dibanding anime mecha manapun juga. Dunianya, alur ceritanya, karakternya, desain robotnya, musiknya, aksinya, semua melebur menjadi satu dan menghasilkan mahakarnya ini. Semua orang jatuh cinta terhadap Code Geass.

Kerajaan Britania Raya menyatakan diri sebagai penguasa militer tertinggi dunia di tahun 2010, yang mana membuat Jepang yang juga berada dibawah kekuasaannya berganti nama menjadi Area 11.

Lelouch adalah murid SMA Jepang yang sangat jenius yang kepintarannya bahkan melampaui anak sepantarannya. Meskipun fakta bahwa sebenarnya dia adalah putra mahkota Britania yang dibuang, membuat dia harus menyembunyikan identitasnya.

Tontonlan sendiri, terlalu banyak poin plus yang dimiliki anime ini untuk disebutkan.

Monday, 10 September 2018

Isekai, Genre Atau Hanya Sebuah Tren?
Isekai, Genre Atau Hanya Sebuah Tren? - anidesuka.blogspot.com

Entah apa yang terjadi, Tapi satu dari sekian banyak genre yang populer saat ini adalah Isekai, atau dalam bahasa Indonesia Telempar ke Dunia Lain. Baik Anime, Manga, bahkan LN, tak terhitung lagi sudah berapa Isekai yang kita jumpai. Bahkan, Negara Jepang harus melarang pesertanya untuk menggunakan tema isekai dalam sebuah kontes menulis.

Tapi, sebenarnya apa yang memulai semua ini? Isekai ada disekeliling kita sekarang, dan belum menunjukan tanda-tanda berakhir. What happen? Perlu diketahui, akar dari genre ini lebih tua dari yang kita pikirkan.

Isekai, Genre Atau Hanya Sebuah Tren? - anidesuka.blogspot.com
Ouke No Monshou
Kisah isekai sebenarnya sudah sangat tua, melebihi anime itu sendiri. Faktanya, sastra klasik sudah memiliki beberapa kisah dengan konsep ini selama berabad-abad, dan yang paling populer adalah Alice in the Wonderland. Akan tetapi, di industri Jepang sendiri, tema isekai pertama kali muncul pada tahun 1976. Yakni, Ouke no Monshou. Sebuah manga shojou yang mengisahkan seorang gadis Yang terlempar ke zaman Mesir kuno tepat setelah dia menemukan sebuah reruntuhan.

Manga ini sendiri sebenarnya bukan murni Fantasi, tapi seri inilah yang menjadi inspirasi manga bertemakan isekai dimasa mendatang. Sebuah kisah dimana seorang remaja modern yang terlempar ke dunia lain, tapi entah kenapa dia punya kemampuan untuk menyelesaikan masalah sosial. Yang mana membuat Ouke no Monshou menjadi salah satu best-selling manga shojou sepanjang masa. Wow.

Isekai, Genre Atau Hanya Sebuah Tren? - anidesuka.blogspot.com
Aura Battler Dunbine
Lanjut, Anime isekai pertama yang sesungguhnya, adalah Aura Battler Dunbine, yang tayang pada bulan February 1983. Anime ini mengisahkan tentang Shou, seorang pemuda Tokyo biasa yang terpanggil ke abad pertengahan fantasi yang diteror oleh robot-robot serangga. Aura Battler Dunbine lebih banyak menampilkan aksi ketimbang Ouke no Monshou, dan menggabungkan tema fantasi dengan sci-fi.

Di tahun yang sama, Manga Aesop Monogatari rilis. Manga yang populer dikalangan anak-anak, yang menceritakan tentang seorang anak kecil yang tersesat di dunia fantasi dan mencoba untuk mencari jalan pulang ke rumah.

Tiga seri inilah yang menjadi pondasi dari Isekai saat ini. Akan tetapi, tema ini masih belum populer, hingga pada pertengahan tahun 90an El-Hazard, InuYasha, Magic Knight Rayearth, dan The Vision of  Escaflowne muncul dan mempopulerkan tema ini.

Isekai, Genre Atau Hanya Sebuah Tren? - anidesuka.blogspot.com
InuYasha
Ya, acara favorit kita semua, InuYasha, yang dulu kita tonton setiap minggu, juga mengadopsi tema yang sama, Isekai. InuYasha mengisahkan tentang Kagome, seorang gadis Jepang modern yang terjatuh di sebuah sumur dan akhirnya tiba di "versi fantasi" jepang kuno. Menggabungkan unsur Action, Romance, dan Fantasi dengan sangat baik, menjadikan InuYasha tak hanya seri yang lengkap, namun juga bisa diterima oleh banyak kalangan, termasuk negara Eropa sana dan Indonesia.

Masuk ke tahun 2000-an, isekai juga merambah ke video games. Sebut saja .hack (dot hack) series. Game Underrated buatan CyberConnect2 mengisahkan tentang sekelompok remaja yang terperangkap dalam sebuah game MMORPG bernama "The World" dan mengharuskan mereka untuk mengeksplorasi game yang penuh akan misteri tersebut.

Puncaknya adalah di tahun 2010, atau lebih tepatnya tahun 2012. Sword Art Online. Anime Super-fenomenal yang kehadirannya tak hanya menggemparkan negeri sakura saja, tapi hampir seluruh dunia. Mereka yang sudah veteran nonton anime maupun mereka yang awam atau bahkan benar-benar buta akan anime dibuat terkagum-kagum oleh seri ini. 

Isekai, Genre Atau Hanya Sebuah Tren? - anidesuka.blogspot.com
Sword Art Online
Apa yang membuat SAO begitu fenomenal adalah, sistem perma-death yang terintegrasi di game tersebut. Alias, mati di dalam game sama dengan mati di dunia nyata. Mengisahkan tentang seorang pemuda bernama Kazugaya Kirito yang terjebak dalam sebuah game VRMMORPG mematikan yang berjudul sama, Sword Art Online, dan memaksanya untuk bertahan hidup sambil berusaha keluar dari game tersebut. Impressive!

Tepat setelah SAO mengudara, berbagai macam judul yang mengadaptasi tema Isekai, baik Novel maupun Manga bermunculan.

Isekai, Genre Atau Hanya Sebuah Tren? - anidesuka.blogspot.com
Re:Zero Kara Hajimeru Isekai Seikatsu
Isekai, Genre Atau Hanya Sebuah Tren? - anidesuka.blogspot.com
Fate/Stay Night: Unlimited Blade Works
Kini, isekai tak hanya sebatas "terlempar ke dunia fantasi" saja. Isekai berkembang menjadi beberapa style, dan yang paling populer diantaranya Deconstrustion (yang dimulai dari Sekarang dan Nanti, Disini dan Disana yang dipopulerkan oleh Re:Zero) dan "Reverse Isekai" yang dipopulerkan oleh Fate/Stay Night dan Hataraku Maou-Sama.

Isekai, Genre Atau Hanya Sebuah Tren? - anidesuka.blogspot.com

Kesimpulan: Isekai memang adalah sebuah genre dan fenomena ini sedang berada di puncak popularitas berkat beberapa seri yang sudah ada yang memang tak kalah fenomenalnya. Bagi kalian yang merasa jenuh karena terjangan Isekai yang tak kunjung berhenti ini, harap bersabar.